Tampilkan postingan dengan label cerita Rakyat Burung Ruai Dan Burung Bubut (Bekuan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Rakyat Burung Ruai Dan Burung Bubut (Bekuan). Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2015

Burung Ruai Dan Burung Bubut

Buhung  Bubut dan Buhung Ruai(Bahasa Bekuan)

        Pada zaman dahulu hiduplah dua ekor  burung yang bersahabat dari kecil yaitu Burung  Bubut Dan Burung Ruai. mereka adalah burung  yang sangat akarap dimana Ruai disitu ada Bubut ,pada suatu hari mereka berdua  ingin merubah bulu merek menjadi lebih cantik yaitu dengan cara mengecat atau memberikan motif pada bulu mereka ,dan mereka berdua pergi ke hutan untuk mencari getah pohon dan daun  untuk mewarnai atau memberi motif pada bulu merka,setelah mereka dapat  getahnya mereka pulang kerumahnya(menurut cerita),dan sampai di rumah mereka berdua ingin memberi motif pada bulu mereka dan tidak memunginkan mereka berdua mengecat bulunya masing–masing dan ahirnya mereka mengutuskan untuk bergiliran mengecat bulunya.

        Sehingga yang minta pertama di cat atau diberi motif bulunya adalah burung Ruai,maka dengan teliti dan hati-hati burung  Bubut memberi motip pada sahabatnya  Ruai dan beberap saat Bubut selesai memberi motif pada Ruai ,dengan warna Hitam putih yang sangat cantik,sehingga sampai sekarang bulu Ruai sering digunakan oleh suku dayak(Seberuang dan Dayak Pada Umumnya),untuk menari yang biasa di ikat di kepala atau menjadi kipas pada saat menari,dan setelah selesai m emberi motif pada Ruai Akhirnya giliran Ruai Harus mengecat atau memberi motif pada bulu Bubut dan Ruai mulai Memberi  motif pada bulu Bubut  setelah beberapa saat Ruai Mengecat Bulu Bubut  menjadi cantik,tetapi setelah tugasnya mulai selesai Ruai sedikit Ceroboh sehingga membuat Cat atau getah  tupah di badan atau Bulu Bubut dan setelah melihat kejadian itu serta melihat Bulunya rusak dan bulunya berubah menjadi coklat Hitam dan tidak menarik, Bubut menjadi marah pada sahabatnya,dan saat itu mereka Berdua mulai membuat suatu perjanjian atau sumpah  dengan isi sumpahnya “Bahwa burung Ruai tidak boleh turun ke bawah dalam artin tidak boleh diam atau tinggal di tanan lembah(dalam Bahasa Bekuan Lebak) tanah Datar yang tidak memiliki bukit dan tidak boleh hingap atau nangkring di Tunggul(pohon yang sedah di tebang  atau yang sudah mati dan meninggal  sedikit pohonya di dasar tanah).Begitu sebalinya Bubut tidak boleh tinggal Di Hutang yang berbukit dan bila salah satu dari meraka yang melanggar maka salah satu dari mereka akan mati” dan dari situlah Burung  Ruai  mulai pergi meninggal kan Bubut dengan menangis sambil Berjalan menuju ke bukit  dengan kehidupanya yang baru  dan sapai sekarang jarang menemukan burung Ruai Berada di dataran redah ,begtu pula Burung  Bubut jarang ditemukan daerah perbukitan.












Burung Bubut

Burung Ruai

BATU MHASAI (KISAH NYATA)

 BATU MHANSAI       Pada zaman dahulu ada dua orang anak adek beradek, sama sama Perempuanmereka berdua pergi mencari ikan mengunakan alat t...