Buhung Bubut dan Buhung Ruai(Bahasa Bekuan)
Pada zaman dahulu hiduplah dua ekor burung yang bersahabat dari kecil yaitu Burung
Bubut Dan Burung Ruai. mereka adalah
burung yang sangat akarap dimana Ruai
disitu ada Bubut ,pada suatu hari mereka berdua ingin merubah bulu merek menjadi lebih cantik yaitu
dengan cara mengecat atau memberikan motif pada bulu mereka ,dan mereka berdua
pergi ke hutan untuk mencari getah pohon dan daun untuk mewarnai atau memberi motif pada bulu
merka,setelah mereka dapat getahnya
mereka pulang kerumahnya(menurut cerita),dan sampai di rumah mereka berdua ingin
memberi motif pada bulu mereka dan tidak memunginkan mereka berdua mengecat
bulunya masing–masing dan ahirnya mereka mengutuskan untuk bergiliran mengecat
bulunya.
Sehingga yang minta pertama di cat atau diberi motif
bulunya adalah burung Ruai,maka dengan teliti dan hati-hati burung Bubut memberi motip pada sahabatnya Ruai dan beberap saat Bubut selesai memberi
motif pada Ruai ,dengan warna Hitam putih yang sangat cantik,sehingga sampai
sekarang bulu Ruai sering digunakan oleh suku dayak(Seberuang dan Dayak Pada
Umumnya),untuk menari yang biasa di ikat di kepala atau menjadi kipas pada saat
menari,dan setelah selesai m emberi motif pada Ruai Akhirnya giliran Ruai Harus
mengecat atau memberi motif pada bulu Bubut dan Ruai mulai Memberi motif pada bulu Bubut setelah beberapa saat Ruai Mengecat Bulu
Bubut menjadi cantik,tetapi setelah
tugasnya mulai selesai Ruai sedikit Ceroboh sehingga membuat Cat atau getah tupah di badan atau Bulu Bubut dan setelah
melihat kejadian itu serta melihat Bulunya rusak dan bulunya berubah menjadi coklat
Hitam dan tidak menarik, Bubut menjadi marah pada sahabatnya,dan saat itu
mereka Berdua mulai membuat suatu perjanjian atau sumpah dengan isi sumpahnya “Bahwa burung Ruai tidak boleh turun ke bawah dalam artin tidak boleh
diam atau tinggal di tanan lembah(dalam Bahasa Bekuan Lebak) tanah Datar yang
tidak memiliki bukit dan tidak boleh hingap atau nangkring di Tunggul(pohon
yang sedah di tebang atau yang sudah
mati dan meninggal sedikit pohonya di
dasar tanah).Begitu sebalinya Bubut tidak boleh tinggal Di Hutang yang berbukit
dan bila salah satu dari meraka yang melanggar maka salah satu dari mereka akan
mati” dan dari situlah Burung Ruai mulai pergi meninggal kan Bubut dengan
menangis sambil Berjalan menuju ke bukit dengan kehidupanya yang baru dan sapai sekarang jarang menemukan burung
Ruai Berada di dataran redah ,begtu pula Burung Bubut jarang ditemukan daerah perbukitan.
Burung Bubut
Burung Ruai
burung RUAI menari
BalasHapushttps://www.youtube.com/watch?v=x9GcR7gUdAU