Tampilkan postingan dengan label BATU MHANSAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BATU MHANSAI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

BATU MHASAI (KISAH NYATA)

 BATU MHANSAI

      Pada zaman dahulu ada dua orang anak adek beradek, sama sama Perempuanmereka berdua pergi mencari ikan mengunakan alat tradisional  yang di namakan mhansai (anyaman dari rotan atau bemban) oleh masyarakat Bekuan. 
   Karena pada saat itu Musim kemarau dan sungai" Di sekitar kampung Bekuan mulai surut air nya dan kebiasaan orang Dayak terutama Dayak Seberuang Desa Bekuan Pada saat musim kemarau masyarakat pergi mencari ikan ke sungai-sungai kecil, begitu juga mereka berdua adek beradek pergi mencari ikan atau memansai ikan dan menyusuri sungai Tapang Lipai di sungai itu mereka banyak sekali mendapatkan ikan Pelekung. 
 Haripun mulai sore mereka berduapun bergegas pulang di tepian tempat mereka dan keluarga mandi dan mencuci di Sungai Bekuan, di situpun mareka berdua mencuci ikan hasil memansai tadi, tiba-tiba kakanya berbicara sambil tertawa terbahak-bahak menyamain ikan yang mereka dapat dengan kemaluan mereka berdua, dan berdua sama- tertawa dan tidak bisa selesai, akhirnya Petir, Guntur dan Kilat puundatang, dan mereka berdua berubah jadi batu, sampai sekarang Batu Itu di namakan Batu Mhansai untuk selamanya dan Batu ya sangat besar di tepi sungai bekuan dan berdekatan. 
Batu itu terletak di hulu Kampung Bekuan tepatnya di Nanga Sungai Tapang Lipai. Konon katanya bila kita mengijak atau menduduki Batu tersebut hari akan Turun hujan . (Katanya) 

BATU MHASAI (KISAH NYATA)

 BATU MHANSAI       Pada zaman dahulu ada dua orang anak adek beradek, sama sama Perempuanmereka berdua pergi mencari ikan mengunakan alat t...