PIPIT TENGIL
Pada Zaman dahulu ada cerita dua penguasa dari Embaloh dan Raja
(Sembung) Seberuang,Raja Embaloh Bernama Banda Behujan Sedangkan Raja Seberuang
bernama Pipit Tengil, Pipit Tengil Bertubuh Kecil, sedangkan Banda Behukjan
(Sembung) bertubuh Kekar dan Berdada Bidang Sebesar delapan (8) Kilan Tapi
Kepalanya Kecil Sebesar Buah Terong, Mereka Berdua berjanji Berperang di Kapuas
Semitau, Tepatnya di Ulak Lampung, mereka berdua berjanji mengadu kekuatan Nya
Masing- masing Pipit Tengil di semitau sedangkan Banda Behujan (sembung) berada
di Seberang Semitau Kalimantan ,Kabupaten Kapuas Hulu Mereka berdua menyiapkan
Diri masing-masing, Pipit Tegil Menyuruh Raja Embaloh Banda Behujan (sembung)
Untuk Duluan Menikam Tombak Pipit Tengilpun Bersiap Setelah Siap Dia Pun
menyuruh Banda Behujan (Sembung) atau Raja Embaloh untuk Melempar tombak Ke Arah
Dirinya (Pipit Tengil) ,Banda Behujan (Sembung) Pun Melempar tombak Kearah Pipit
Tengil Sambil Berkata Istrimu Pasti Akan Menjanda ,Tetapi apa yang terjadi
Lemparan Banda Behujan (sembung) Hanya dapat Memutuskan Tali Mandau yang
diikatkan Pipit Tengil (Raja Seberuang) di Pinggangnya ,Melihat Itu semua betapa
terkejutnya hati Banda Behujan (Raja Embaloh) Setelah Sembung/Banda Behujan
(Raja Embaloh) , gagal membunuh Pipit Tengil (Raja Seberuang) dan saatnya
giliran Pipit Tengil beraksi dan Menyuruh Banda Bujan (Raja Embaloh) Siap
Setelah Banda Behujan Siap Pipit Tengil Pun melemparnya Pula dengan Tobak
andalanya Yang Berlingkar Ular Kenawang yang berekor Warna Merah menyala
demikian pula kepalanya dengan warna yang sama dua kali ekor ular itu mengenai
air Kapuas setelah itu sampailah ke Banda Behujan, (Raja Embaloh) Seketika Itu
Pula tombak Pipit Tengil (Raja Seberuang) Pas Mengenai Biji/Telor Burung Nya
Banda Behujan (Raja Embaloh) Sampai Putus ,Itu semua Terjadi karena Banda
Behujan,(Raja sembung/Embaloh) Meremeh Kan Kekuatan Pipit Tengil, (Raja
Seberuang) Dia tidak menyangka kalau lemparan Pipit Tengil bisa sampai ke
dirinya karena melihat Pipit Tengi (Raja Seberuang) bertubuh kecil Malah lempara
Pipit Tengil di tahannya dengan pantat menunging, setelah lemparan Pipit Tengil
tepat sasaran seketika itu juga Banda Behujan (Raja Embaloh) roboh dan meninggal
setelah Melihat lawannya roboh Pipit Tengil pun Menyeberangi Kapuas ,Untuk
mengambil Kepala Banda Behujan (Raja Embaloh/Sembung) setelah kepala lawanya di
potong Pipit Tengil (Raja seberuang) Pipit tengil Pun berkata Akhirnya Raja
Sembung dari Embaloh Mati dan kepalamu ku Bawa pulang,Dia juga berkata baru tau
kamu kalau aku adalah Elang Pipit Penyamar di Ulak Lampung katanya.
Setelah Ke
Kampung Halaman nya yaitu Kampung Bekuan, Pipit Tengil selalu becerita dengan
siapa saja Atas apa yang Dia dapatkan, Orang- Orang pun Menganggapnya sebagai
orang yang terkuat . Kepala sembung Itu dibawanya Keladang disana ada sebuah
gubuk tempat mereka selalu bermalam ,di gubuk itu kepala Banda Behujan(
Sembung/Raja Embaloh) dimasuknya kedalam lupung (Temat Menyimpan Padi) dan
lupung itu di di simpan di atas loteng ,pada suatu hari anak gadisnya Menumbuk
padi ,tidak tau mengapa kepala Banda Beghujan (Raja Embaloh/Sembung ) Jatuh dari
loteng dan Menggigit kaki anak gadis Pipit Tengil dan anaknya pun meninggal
,setelah kejadian itu Kepala Banda Bhujan/ Sembung di Kuburnya tidak Jauh dari
gubuk mereka di Temu Pagar ,Sehingga Sampai Sekarang Nama Temu Pagar Selalu
Diingat Oleh Orang kamoung Bekuan ,Kecamatan seberuang Kabupaten Kapuas Hulu dan
Kepala Raja Banda Behujan (Sembung Raja Embaloh) di Pagar Sampai sekarang Tempat
Kuburnya tidak pernah di gangu gugat.
Terima kasih semoga cerita saya Tentang
Desa Bekuan yaitu Raja Seberuang Pipit Tengil Dan Raja Embaloh Banda
Behujan/sembung bisa Menghibur dan menambah wawasan tentang Cerita Rayak ,Cerita
Ini Mengingat kan kita Bahwa Kita tidak boleh Sobong dan tidak Boeh Meremeh kan
Orang lain dan mengangap renda orang lain dengan memandang fisik dan kekuatanyan
,bahwa Kita harus salin g menghargai satu sama yang lain.