Rabu, 02 Juni 2021

BATU MHASAI (KISAH NYATA)

 BATU MHANSAI

      Pada zaman dahulu ada dua orang anak adek beradek, sama sama Perempuanmereka berdua pergi mencari ikan mengunakan alat tradisional  yang di namakan mhansai (anyaman dari rotan atau bemban) oleh masyarakat Bekuan. 
   Karena pada saat itu Musim kemarau dan sungai" Di sekitar kampung Bekuan mulai surut air nya dan kebiasaan orang Dayak terutama Dayak Seberuang Desa Bekuan Pada saat musim kemarau masyarakat pergi mencari ikan ke sungai-sungai kecil, begitu juga mereka berdua adek beradek pergi mencari ikan atau memansai ikan dan menyusuri sungai Tapang Lipai di sungai itu mereka banyak sekali mendapatkan ikan Pelekung. 
 Haripun mulai sore mereka berduapun bergegas pulang di tepian tempat mereka dan keluarga mandi dan mencuci di Sungai Bekuan, di situpun mareka berdua mencuci ikan hasil memansai tadi, tiba-tiba kakanya berbicara sambil tertawa terbahak-bahak menyamain ikan yang mereka dapat dengan kemaluan mereka berdua, dan berdua sama- tertawa dan tidak bisa selesai, akhirnya Petir, Guntur dan Kilat puundatang, dan mereka berdua berubah jadi batu, sampai sekarang Batu Itu di namakan Batu Mhansai untuk selamanya dan Batu ya sangat besar di tepi sungai bekuan dan berdekatan. 
Batu itu terletak di hulu Kampung Bekuan tepatnya di Nanga Sungai Tapang Lipai. Konon katanya bila kita mengijak atau menduduki Batu tersebut hari akan Turun hujan . (Katanya) 

Sabtu, 22 Mei 2021

PIPIT TENGIL RAJA SEBERUANG (BEKUAN )


PIPIT TENGIL 

    Pada Zaman dahulu ada cerita dua penguasa dari Embaloh dan Raja (Sembung) Seberuang,Raja Embaloh Bernama Banda Behujan Sedangkan Raja Seberuang bernama Pipit Tengil, Pipit Tengil Bertubuh Kecil, sedangkan Banda Behukjan (Sembung) bertubuh Kekar dan Berdada Bidang Sebesar delapan (8) Kilan Tapi Kepalanya Kecil Sebesar Buah Terong, Mereka Berdua berjanji Berperang di Kapuas Semitau, Tepatnya di Ulak Lampung, mereka berdua berjanji mengadu kekuatan Nya Masing- masing Pipit Tengil di semitau sedangkan Banda Behujan (sembung) berada di Seberang Semitau Kalimantan ,Kabupaten Kapuas Hulu Mereka berdua menyiapkan Diri masing-masing, Pipit Tegil Menyuruh Raja Embaloh Banda Behujan (sembung) Untuk Duluan Menikam Tombak Pipit Tengilpun Bersiap Setelah Siap Dia Pun menyuruh Banda Behujan (Sembung) atau Raja Embaloh untuk Melempar tombak Ke Arah Dirinya (Pipit Tengil) ,Banda Behujan (Sembung) Pun Melempar tombak Kearah Pipit Tengil Sambil Berkata Istrimu Pasti Akan Menjanda ,Tetapi apa yang terjadi Lemparan Banda Behujan (sembung) Hanya dapat Memutuskan Tali Mandau yang diikatkan Pipit Tengil (Raja Seberuang) di Pinggangnya ,Melihat Itu semua betapa terkejutnya hati Banda Behujan (Raja Embaloh) Setelah Sembung/Banda Behujan (Raja Embaloh) , gagal membunuh Pipit Tengil (Raja Seberuang) dan saatnya giliran Pipit Tengil beraksi dan Menyuruh Banda Bujan (Raja Embaloh) Siap Setelah Banda Behujan Siap Pipit Tengil Pun melemparnya Pula dengan Tobak andalanya Yang Berlingkar Ular Kenawang yang berekor Warna Merah menyala demikian pula kepalanya dengan warna yang sama dua kali ekor ular itu mengenai air Kapuas setelah itu sampailah ke Banda Behujan, (Raja Embaloh) Seketika Itu Pula tombak Pipit Tengil (Raja Seberuang) Pas Mengenai Biji/Telor Burung Nya Banda Behujan (Raja Embaloh) Sampai Putus ,Itu semua Terjadi karena Banda Behujan,(Raja sembung/Embaloh) Meremeh Kan Kekuatan Pipit Tengil, (Raja Seberuang) Dia tidak menyangka kalau lemparan Pipit Tengil bisa sampai ke dirinya karena melihat Pipit Tengi (Raja Seberuang) bertubuh kecil Malah lempara Pipit Tengil di tahannya dengan pantat menunging, setelah lemparan Pipit Tengil tepat sasaran seketika itu juga Banda Behujan (Raja Embaloh) roboh dan meninggal setelah Melihat lawannya roboh Pipit Tengil pun Menyeberangi Kapuas ,Untuk mengambil Kepala Banda Behujan (Raja Embaloh/Sembung) setelah kepala lawanya di potong Pipit Tengil (Raja seberuang) Pipit tengil Pun berkata Akhirnya Raja Sembung dari Embaloh Mati dan kepalamu ku Bawa pulang,Dia juga berkata baru tau kamu kalau aku adalah Elang Pipit Penyamar di Ulak Lampung katanya.

    Setelah Ke Kampung Halaman nya yaitu Kampung Bekuan, Pipit Tengil selalu becerita dengan siapa saja Atas apa yang Dia dapatkan, Orang- Orang pun Menganggapnya sebagai orang yang terkuat . Kepala sembung Itu dibawanya Keladang disana ada sebuah gubuk tempat mereka selalu bermalam ,di gubuk itu kepala Banda Behujan( Sembung/Raja Embaloh) dimasuknya kedalam lupung (Temat Menyimpan Padi) dan lupung itu di di simpan di atas loteng ,pada suatu hari anak gadisnya Menumbuk padi ,tidak tau mengapa kepala Banda Beghujan (Raja Embaloh/Sembung ) Jatuh dari loteng dan Menggigit kaki anak gadis Pipit Tengil dan anaknya pun meninggal ,setelah kejadian itu Kepala Banda Bhujan/ Sembung di Kuburnya tidak Jauh dari gubuk mereka di Temu Pagar ,Sehingga Sampai Sekarang Nama Temu Pagar Selalu Diingat Oleh Orang kamoung Bekuan ,Kecamatan seberuang Kabupaten Kapuas Hulu dan Kepala Raja Banda Behujan (Sembung Raja Embaloh) di Pagar Sampai sekarang Tempat Kuburnya tidak pernah di gangu gugat. 


Terima kasih semoga cerita saya Tentang Desa Bekuan yaitu Raja Seberuang Pipit Tengil Dan Raja Embaloh Banda Behujan/sembung bisa Menghibur dan menambah wawasan tentang Cerita Rayak ,Cerita Ini Mengingat kan kita Bahwa Kita tidak boleh Sobong dan tidak Boeh Meremeh kan Orang lain dan mengangap renda orang lain dengan memandang fisik dan kekuatanyan ,bahwa Kita harus salin g menghargai satu sama yang lain.

Jumat, 22 Mei 2020

APAI AlOY DAN HUSAK (RUSA)

APAI ALOY DAN HUSAK (RUSA)
Versi Desa Bekuan
  Disuatu Desa Tinggallah salah satu keluarga yang bernama Apai/apang aloy dan istrinya Bernama Tantai,dengan kehidupan yang sangat sederhana sedangkan si APai/ apang aloy ini di kampung atau desanya di kenal seorang yang sangat pemalas ,setiap hari Ia selalu di marahi istrinya karena kemalasnya itu,
  Pada suatu hari dia pergi kehutan untuk memasang elangai(jerat) dan pergilah dia ke hutan untuk memasang jerat dengan membawa tali dan parang,tali tersebut di gunakan untuk memasang elangai bahasa bekuan (jerat) dan dia mencari lokasi untuk memasangnya,setelah dia menemukan lokasi yang pas dan ada bekas atau jejek kaki rusa lalu Dia pasang jerat nya di situ,setelah selesai Dia pasang jerat Dia pun kembali  Pulang Ke rumah.
  Keesokan harinya dia pergi lagi untuk melihat atau memantau elangai (jerat) yg dia telah pasang kemarin,dan setelah sampai di tempat Dia memasang Jerat Dia (APai atau Apang aloy) melihat elangai (jeratnya) mendapatkan Seekor Rusa yang sangat besar,karena si Apai(Apang) Aloy ini di kenal sangat lah pemalas,dan pemikirinya yang sangat aneh,lalu di buka lah jerat tersebut yang telah mengenai kaki rusa ,dan dia mencari rempah,daun Asam kandis, buah kandis,bungkang(daun salam) dan rempah lainnya untuk di ikat ke punggung Rusa setelah melihat rempah untuk memasak rusa tersebut lengkap dan di lepas lah rusa tersebut dan di titip nya pesan ke pada rusa tersebut,supaya pulang ke rumahnya (Apai aloy),sampai rumah rusa tersebut di suruh/perintah minta potong isitri nya APai(apang) aloy yaitu Tantai  dan di masak pesanya di campur rempah yang sudah dia ikat di punggung rusa ,dan berjalanlah rusa tersebut melewati jalan,yang menuju rumah Apai(Apang) Aloy Setelah jauh dari APai aloy rusa tersebut lari dan pergi ke jalan lain dan merasa bebas,Apai Aloy pun melanjutkan berburu,dia pikir bisa mendapatkan buruan tamabahan,setelah beberapa jam dia mencari hewan buruan diak tidak mendapat apa-apa dan perutnya pun terasa lapar,dan dia pun(Apai Aloy) memutuskaan untuk pulang sepanjang jalan memikirkan rusanya, pulang kerumah pasti makan enak dengan lauk rusa yang telah di masak istrinya rusa tersebut yang di suruhnya pulang duluan tadi.
  Setelah sampai rumah Dia menanyakan Istrinya apakah rusa sudah Ia masak(istri APai Aloy) istrinya pun binggung   karena Apai Aloy tidak membawa apa-apa dan dia(Apai Aloy) bilang ke pada iatrinya bahwa ada rusa tadi dapat jeratnya yang di suruh dia(Apai aloy) pulang duluan ke rumah dan disuruh masak istrinya,mendengar itu istrinya pun marah ke pada Apai Aloy ,dan memakinya.
  Apai Aloy pun tidak percaya sama istrinya dan dia pergi ke dapur dan membuka kuali(wajan) dan dia melihat air kuah di dalam wajan berwarna merah seperti darah rusa dia mengambil sendok dan dan mengauk (mencari) daging di dalam kuali(wajan tersebut) dia tidak menemu kan daging dan dia marah sama istrinya dan dia mengira istrinya talah menghabisi daging rusa tersebut,tanpa meninggalkan utuknya.
  Dan dia tidak tau bahwa istrinya tadinya telah memasaksak sedikit daun pakuk  lemiding(pakis) dan pakis itu kalu masih muda berwarna kemerahan, dan bila kita memasak airnya pun berwarna merah,karena itu Apai aloy mengira itu adalah darah Rusa,Maka bertengkarlah mereka berdua Karena keteledoran dan pikiranya Apai Aloy  yang aneh.

 Demikianlah cerita Apai aloy/ Apang Aloy
Semoga ada senang ini certanya versi saya yang orang Bekuan, versi Apang Aloy dan Rusa,
Sebenarnya masih banyak versi Ceritanya apang aloy ini yang pernah saya dengar karana saya kurang ingat ,ada versi Apai Aloy Nahan Bubu(jerat ikan),Ada versi Apai Aloy  pergi Ke tempat orang gawai ngabang (acara adat syukuran Orang dayak). Dan masih banyak lagi,mungkin Versi lainya menyusul "Terima Kasih"

Jumat, 16 September 2016

Lubuk Jayau (sungai Bekuan)

LUBUK JAYAU
        Lubuk jayau merupakan sungai yang dalam yang terdapat disekitar tepian sungai Bekuan Kabupaten Kapuas Hulu Kecamatan Sejiram yang terletak di tengah-tengah Desa Bekuan, katanya lubuk jayau ini memiliki cerita. Pada jaman dahulu Masyarakat Bekuan Hampir semunnya memiliki jayau, jayau ini merupaka sejenis benda ,baik cair,padat dan bubuk yang memiliki kasiat  untuk pengikat pasangan yang kita inginkan(menurut cerita katanya) dan mungkin masyarakat Indonesia hampir setiap daerah memilikinya hanya sebutan atau namanya saja berbeda.
       Dan  “mungkin karena masuknya agama dan perkembangan jaman”  pada suatu hari masyarakat adat Bekuan ingin membuang benda atau jayau tersebut dan mereka mengumpulkan semua benda dan jayau-jayau tersebut di setiap rumah kemudian dikumpulkan jadi satu dan masyarakat adat mencari dimana tempat yang tepat untuk membuangnya(sekali lagi katanya ) dan kebetulan Desa bekuan terletak sepanjang tepian sungai bekuan dan dipilih lah lubuk yang paling dalam di sekita tepian sungai Bekuan maka di pilihlah lubuk(air sungai yang paling dalam) yang ada di situ maka di buang lah atau ditenggelamkan lah di lubuk tersebut semua jayau yang telah di kumpulkan  tetapi tidak semua masyarakat ingin membuang barang tersebut masih ada nenerapa menyimpanya (katanyaJ)dan akhirnya lubuk tersebut di sebut “Lubuk Jayau” sampai sekarang.
     Konon katanya sampai sekarang jayau-jayau di lubuk tersebut masih memiliki kasiat atau daya tarik untuk mengikat yaitu bila kita membawa pasangan,teman,sahabat dan para pendatang mandi di lubuk jayau ,maka kalau pasangan sulit untuk meninggalkan desa bekuan ,dan teman ,sahabat dan pendatang bila mandi di situ sulit melupakan desa bekuan dan selalu ingin bekunjung ke desa bekuan (katanyaJ)tetapi masyarakat bekuan sampai hari ini sangat mempercayai hal tersebut.
Apakah ini mitos atau fakta??
        Dan bukan bearti bila kami mempercai hal tersebut kami termasuk orang masih pramitif “tidak”Desa Bekuan Desa sama halnya dengan daerah lain masyarakatnya ramah dan baik dan yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan juga bila kami mengikuti perkembangan jaman bukan bearti kami meninggalkan adat tradisi dan cerita rakyat daerah kami  cerita ini di ceritakan secara turun menurun dari nenek moyang kami hingga sampai lah ke saya.
Bila penasaran silahkan berkunjung ke sana tempatnya masih sejuk dan Tanyalah ke pada orang di sana semuanya pasti tau letak Lubuk Jayau ,oh ya jangan lupa mandi di sana di jami airnya, jernih, bersih dan sejuk .
Itu lah sepintas  mengenai asal mula Nama Lubuk Jayau Di Desa Ku Bekuan


Minggu, 15 Maret 2015

Burung Ruai Dan Burung Bubut

Buhung  Bubut dan Buhung Ruai(Bahasa Bekuan)

        Pada zaman dahulu hiduplah dua ekor  burung yang bersahabat dari kecil yaitu Burung  Bubut Dan Burung Ruai. mereka adalah burung  yang sangat akarap dimana Ruai disitu ada Bubut ,pada suatu hari mereka berdua  ingin merubah bulu merek menjadi lebih cantik yaitu dengan cara mengecat atau memberikan motif pada bulu mereka ,dan mereka berdua pergi ke hutan untuk mencari getah pohon dan daun  untuk mewarnai atau memberi motif pada bulu merka,setelah mereka dapat  getahnya mereka pulang kerumahnya(menurut cerita),dan sampai di rumah mereka berdua ingin memberi motif pada bulu mereka dan tidak memunginkan mereka berdua mengecat bulunya masing–masing dan ahirnya mereka mengutuskan untuk bergiliran mengecat bulunya.

        Sehingga yang minta pertama di cat atau diberi motif bulunya adalah burung Ruai,maka dengan teliti dan hati-hati burung  Bubut memberi motip pada sahabatnya  Ruai dan beberap saat Bubut selesai memberi motif pada Ruai ,dengan warna Hitam putih yang sangat cantik,sehingga sampai sekarang bulu Ruai sering digunakan oleh suku dayak(Seberuang dan Dayak Pada Umumnya),untuk menari yang biasa di ikat di kepala atau menjadi kipas pada saat menari,dan setelah selesai m emberi motif pada Ruai Akhirnya giliran Ruai Harus mengecat atau memberi motif pada bulu Bubut dan Ruai mulai Memberi  motif pada bulu Bubut  setelah beberapa saat Ruai Mengecat Bulu Bubut  menjadi cantik,tetapi setelah tugasnya mulai selesai Ruai sedikit Ceroboh sehingga membuat Cat atau getah  tupah di badan atau Bulu Bubut dan setelah melihat kejadian itu serta melihat Bulunya rusak dan bulunya berubah menjadi coklat Hitam dan tidak menarik, Bubut menjadi marah pada sahabatnya,dan saat itu mereka Berdua mulai membuat suatu perjanjian atau sumpah  dengan isi sumpahnya “Bahwa burung Ruai tidak boleh turun ke bawah dalam artin tidak boleh diam atau tinggal di tanan lembah(dalam Bahasa Bekuan Lebak) tanah Datar yang tidak memiliki bukit dan tidak boleh hingap atau nangkring di Tunggul(pohon yang sedah di tebang  atau yang sudah mati dan meninggal  sedikit pohonya di dasar tanah).Begitu sebalinya Bubut tidak boleh tinggal Di Hutang yang berbukit dan bila salah satu dari meraka yang melanggar maka salah satu dari mereka akan mati” dan dari situlah Burung  Ruai  mulai pergi meninggal kan Bubut dengan menangis sambil Berjalan menuju ke bukit  dengan kehidupanya yang baru  dan sapai sekarang jarang menemukan burung Ruai Berada di dataran redah ,begtu pula Burung  Bubut jarang ditemukan daerah perbukitan.












Burung Bubut

Burung Ruai

Selasa, 12 November 2013

cerita rakyat Bekuan (Buaya dan keturunam Hania) kapuas hulu


CERITA RAKYAT DESA BEKUAN
 KECAMATAN SEBERUANG KABUPATEN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT

BUAYA DAN  DAYAK KETURUNAN HANIA
     
  Pada jaman dahulu ada sebuah cerita tentang Buaya dan dayak seberuang(BEKUAN) pada waktu itu seorang pemuda memancing di suatu sungai dan setelah beberapa jam Ia mancing tidak mendapatkan apa-apa dan pemuda itu tidak putus asa dia mencoba beberapa kali melempar kan pancingnya ke beberapa lubuk (tempat air yang dalam),setelah Ia sampei ke sebuah lubuk ia lempar lagi pancing nya dan dia sangat terkejut(kaget) tiba-tiba pancingnya di tarik oleh sesuatu yang sangat besar sehingga membuat pancingnya putus dan ternyata yang menarik pancingnya tersebut adalah seEkor buaya yang sangat besar, dan pemuda tersebut sangat takut dan akhirnya dia memutus kan pulang .
   Dan  beberapa hari kemudian tiba-tiba ada seorang bermimpi bahwa yang makan pancing tersebut adalah seEkor Raja Buaya dan Raja tersebut sangat kesakitan dan minta tolong kepada masyarakat setempat ,untuk melepaskan mata pancing  yang ada di dalam perut nya dan akhirnya ada Seorang paruh baya Dia merupakan ketua Adat Dayak dari keturunan Hania (ketua Adat Dayak Seberuang) dan ketua adat melakukan ritual yang di sebut Blian, Blian ini merupakan Tradisi Adat Dayak Seberuang Desa Bekuan  untuk menyembuhkan penyakit seorang yang di lakukan scara Tradisional yang di sebut Behancak/Rancak(memberikan sesaji kepada leluhur) yang sampei sekarang masih dilakukan, untuk membantu proses Blian dan setelah melakukan ritual barulah ketua adat mulai melakukan Blian tapi sebelum megobati Raja Buaya tersebut ketua Adat meminta beberapa syarat yaitu: Emas Setenkin Pesuk,yang artinya(Emas sekeranjang bolong),Tenkin meruakan alat untuk membawa hasil panen suku Dayak Seberuang (Bekuan),dan Raja Buaya mensetujui syarat itu.
   setelah itu barulah ketua adat melepas kan mata pancing tersebut dangan cara memasuki kedalam perut Raja Buaya setelah lepas, mata pancingnya Raja Buaya sangat beterimkasih pada sang  Suku Adat, tetapi tiba-tiba raja buaya ingin memenuhi janjinya yaitu ingin memberikan emas Setengkin Pesuk/keranjang bolong dan ia memasukan emas ke dalam tenkin/keranjang sampe penuh dan Ia ingin meyerah kan emas tersebut kepada Sang kepala Suku,tetapi setia kali Ia mencoba mengankat  keranjang yang isinya Emas, emas itu selalu jatuh dan ia selalu gagal  karena keranjangnya bolong ,ternyata sang kepala suku sengaja meminta syarat tersebut agar sang Raja Buaya tidak bisa membayarnya karena dia tahu Anak buah buaya tersebut sering menganggu masyarakat setempat dan melihat sang Raja Buaya tidak bisa membayar  Utangnya kepala Suku membrikan syarat kepada buaya tersebut atau sebuah perjanjian anatara Buaya dan Suku Dayak Seberuang yang isinya” Bahwa Buaya tidak boleh Makan atau menyentuh  Keturunan Hania ,dan sebaliknya juga Keturunan hania tidak Boleh memegang,menyentuh,menyolek  dan memakan Buaya apa bila keturunan Hania memakan,menyentuh,mencolek Buaya maka Buaya juga akan menyentuh memakan keturunan Hania ,dan supaya buaya tahu bahwa  Buaya tidak makan keturunan hania,selain buaya bisa mecium bau keturuna Hania ,Keturunan Hania juga harus mengucapkan Bahwa dia adalah keturunan(member tahu) setiap kali, ketemu/menemui Buaya dan buaya tidak akan memakan keturunan Hania Dan sapai sekarang Dayak Seberuang (Bekuan)masih mempercayainya dan sampai sekarang juga Suku Dayak Seberuang tidak pernah memakan ,memegang buaya” dikarenaka perjanjian atau larangan tersebut Dan bila melangar bisa beakibat fatal dan setiap Suku Dayak Seberuang memiliki keturunan waji baginya untuk memberi tahukan cerita tersebut  kepada keturunanya.
   Cerita ini sudah turun menurun dari beberapa generasi termasuk generasi Saya cerita ini diceritakan secara lisan dari Nenek,Moyang kami.
Semoga saudara senang dan tertarik dengan ceriata saya,ini bukan sembarang cerita ini adalah tradisi yang kami jalan kan hingga sekarang ini oleh Suku Dayak Seberuang Terutama Desa Bekuan yang terletak di sepanjang tepi Sungai Bekuan Kecamatan Seberuang Kapas Hulu Kalimantan Barat
Somoga anda terhibur dengan Cerita INI
Bukan sembarang cerita ini adalah fakta sebuah Tradisi Desa kami
Sekian dan Terima Kasih

BATU MHASAI (KISAH NYATA)

 BATU MHANSAI       Pada zaman dahulu ada dua orang anak adek beradek, sama sama Perempuanmereka berdua pergi mencari ikan mengunakan alat t...